Minggu, 08 Desember 2013

Bakteri yang menguntungkan



Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil, serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

Ada bakteri yang merugikan dan ada juga yang menguntungkan.

Contoh bakteri yang merugikan adalah ‘’Mycobacterium tuberclosis’’ yang dapat menyebabkan penyakit TBC. Tapi,kita tidak akan membahas bakteri yang merugikan melainkan bakteri yang menguntungkan. Di   bawah ini adalah beberapa bakteri yang menguntungkan.

  1. Lactobacillus Bulgaricus juga Streptococcus thermophillus yang dicampur bersama susu dan menghasilkan yoghurt.
  2. Bakteri acetobacter bisa diolah menjadi cuka.
  3. Lactobacillus sp. yang dicampur dengan buah akan menghasilkan asinan buah.
  4. Pediococcus cerevisiae yang dicampur dengan daging akan menghasilkan sosis.
  5. Lactobacillus bulgaricus juga Streptococcus lactis yang dicampur dengan susu akan menghasilkan kefir.
  6. Bakteri Streptomyces griseus bisa menghasilkan antibiotik streptomycin.
  7. Bakteri Penicillium bisa menghasilkan antibiotic jenis penisilin.
  8. Bakteri jenis Bacillus polymyxa bisa menghasilkan sejenis antibiotic bernama polymixin.
  9. Bakteri acetobacter xylium digunakan dalam proses pembuatan kuliner nata de coco.
  10. Bakteri Streptococcus lactis yang dicampur dengan susu dan menghasilkan mentega.
  11. Lactobacillus sp. yang dicampur dengan ikan atau udang akan menghasilkan terasi.
  12. Bakteri Streptomyces aureofaciens bisa menghasilkan antibiotik jenis tetracycline.
  13. Bakteri Streptomyces venezuelae bisa menghasilkan antibiotic jenis chloramphenicol.
  14. bakteri Rhizobium sp bisa Mengikat N2 bebas dengan cara bersimbiosis dengan bintil akar
  15. bakteri  Eschericia coli bisa Membantu pembusukan dalam colon dan pembentukan vitamin K

Itulah beberapa bakteri yang menguntungkan. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi saya tidak punya cukup waktu untuk menulis semuanya. Sekian dari saya dan terimakasih telah mengunjungi blog ini.

Sabtu, 07 Desember 2013

Sistem pencernaan



Pencernaan adalah sebuah proses metabolisme di mana suatu makhluk hidup memproses sebuah zat, dalam rangka untuk mengubah secara kimia atau mekanik sesuatu zat menjadi nutrisi. Pencernaan terjadi pada organisme multisel, sel, dan tingkat sub-sel, biasanya pada hewan.

Pencernaan biasanya dibagi menjadi aktivitas mekanik dan kimia. Dalam kebanyakan vertebrata, pencernaan adalah suatu proses banyak-tingkat dalam sebuah sistem pencernaan, setelah ingesti dari bahan mentah, kebanyakan organisme lain. Proses ingesti biasanya melibatkan beberapa tipe manipulasi mekanik.
Pencernaan dibagi menjadi lima proses terpisah:



  1. Injesti: Menaruh makanan di mulut
  2. Pencernaan mekanik: Mastikasi, penggunaan gigi untuk merobek dan menghancurkan makanan, dan menyalurkan ke perut.
  3. Pencernaan kimiawi: Penambahan kimiawi (asam, 'bile', enzim, dan air) untuk memecah molekul kompleks menjati struktur sederhana
  4. Penyerapan: Gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan 'lymphatic capallaries' melalui osmosis, transport aktif, dan difusi
  5. Penyingkiran: Penyingkiran material yang tidak dicerna dari 'tract' pencernaan melalui defekasi.
 
Di belakang proses tersebut adalah gerakan otot di seluruh sistem deglutisi dan peristalsis.
Proses pencernaan terdiri dari 2 macam yaitu ;
Pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.
Pencernaan mekanik adalah : proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus.
Pencernaan kimiawi adalah : proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim

  • Alat pencernaan terdiri atas saluran pencernaan kelenjar pencernaan.
  • Alat-alat yang membentuk saluran pencernaan bagian-bagiannya sebagai berikut :
  1. Mulut
  2. Tekak (faring)
  3. Kerongkongan (esofagus)
  4. Lambung (ventrikel)
  5. Usus halus (intestinum tenue)
  6. Usus buntu
  7. Usus besar
  8. Anus
 

Jumat, 06 Desember 2013

Pengertian Resonansi



Resonansi merupakan proses bergetarnya suatu benda dikarenakan ada benda lain yang bergetar, hal ini terjadi dikarenakan suatu benda bergetar pada frekwensi alamiah yang sama dengan frekwensi alamiah benda yang terpengaruhi.


Contoh resonansi adalah yang terjadi pada alat musik.
Jika tidak terjadi resonansi alat musik tidak akan bisa mengeluarkan bunyi.








Resonansi Stokastik

Resonansi stokastik adalah istilah yang pertama kali muncul tahun 1981, di mana saat itu istilah tersebut diusulkan sebagai mekanisme yang dipercaya bagi terjadinya peristiwa-peristiwa hampir periodik dari zaman es di Bumi selama 700.000 tahun belakangan ini. Sedangkan kelahiran resonansi stokastik dalam fenomena fisis terkendalikan secara eksperimen terjadi tahun 1983, setelah demonstrasi pertamanya dalam rangkaian elektronik Schmitt triggers. Sejak saat itu resonansi stokastik tumbuh secara cepat dalam bidang-bidang pengembangan dan riset multi-disiplin, dengan berbagai manifestasi eksperimental dalam bidang-bidang biologi, laser, elektronik, kuantum dan sistem-sistem lain. Sampai saat ini masih banyak proposal-proposal teori yang menantikan verifikasinya secara eksperimen.
Resonansi stokastik adalah suatu fenomena di mana suatu sistem non-linier di bawah pengaruh suatu sinyal periodik termodulasi yang amat lemah sehingga secara normal tidak terdeteksi, akan tetapi dapat terdeteksi disebabkan terjadinya resonansi antara sinyal deterministik yang lemah tersebut dengan gangguan (noise) stokastik. Definisi paling awal dari resonansi stokastik adalah kekuatan sinyal keluaran maksimum sebagai fungsi dari gangguan (Bulsara dan Gammaitoni 1996).